Program MBG Gairahkan Produksi Keripik di Kampung Tempe Ngawi, Kebutuhan Tempe Bisa Capai 90 Kg

    Program MBG Gairahkan Produksi Keripik di Kampung Tempe Ngawi, Kebutuhan Tempe Bisa Capai 90 Kg
    Program MBG Gairahkan Produksi Keripik di Kampung Tempe Ngawi, Kebutuhan Tempe Bisa Capai 90 Kg

    13 Maret 2026 — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto tidak hanya memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

    Salah satunya dirasakan oleh Agus Heri Suryanto (43), pengusaha keripik tempe di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

    Agus meneruskan usaha keripik tempe milik keluarganya di Dusun Cupo, Desa Grudo. Usaha tersebut telah berjalan hampir tiga dekade dan menjadi salah satu produk kuliner khas yang dikenal di berbagai daerah.

    “Usaha ini meneruskan usaha orang tua, sudah kurang lebih 30 tahun. Sekarang permintaannya juga semakin banyak. Kadang pembeli datang langsung, kadang lewat Grab, bahkan kirim ke Malang, Surabaya, dan Jogja, ” kata Agus.

    Keterlibatan dalam program MBG semakin membuka peluang bagi usaha miliknya serta UMKM lain di wilayah tersebut. Melalui kerja sama dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), keripik tempe dari pelaku UMKM setempat menjadi salah satu produk yang disuplai untuk kebutuhan program tersebut.

    “Untuk sementara kita berterima kasih kepada SPPG MBG karena melibatkan UMKM, khususnya di Dusun Cupo. Utamanya keripik tempe. Mungkin ada sekitar 20 sampai 30 kita bagi semua, melibatkan UMKM setempat, ” ujarnya.

    Menurut Agus, pada tahap awal pelaksanaan program MBG, kebutuhan keripik tempe untuk dapur MBG mencapai sekitar 1.000 porsi dalam satu kali pengambilan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dibutuhkan sekitar 26 hingga 27 kilogram (kg) keripik tempe.

    Ke depan, jika produksi meningkat hingga 2.000–3.000 porsi, kebutuhan bahan baku dan produksi diperkirakan juga akan meningkat secara signifikan. Untuk memenuhi tambahan produksi tersebut, ia mengatakan bahwa kebutuhan bahan baku tempe dapat meningkat hingga sekitar 90 kg.

    Namun menurutnya, seluruh permintaan tersebut tidak hanya akan dipenuhi oleh usahanya saja. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan produksi juga akan dibagikan kepada UMKM lain di desa tersebut agar manfaat program dapat dirasakan bersama.

    "Dulu kita butuh tempe kurang lebih 10 sampai 15 lonjor, kurang lebihnya hampir 20-30 kg satu hari. Untuk kenaikannya hampir tambah. Per-seribu (porsi) kebutuhan tempe mencapai 26-30 kg, jadi dikalikan tiga, " jelasnya.

    Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut karena dinilai memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan usaha kecil di tingkat desa. Agus juga menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo atas program tersebut karena dinilai mampu mengangkat perekonomian masyarakat di akar rumput.

    “Harapan kami MBG bisa terus berjalan karena sangat membantu UMKM. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto karena UMKM desa ikut terangkat dan masyarakat juga merasakan manfaatnya, ” pungkas Agus.

    program mbg gairahkan produksi keripik di kampung tempe ngawi kebutuhan tempe bisa capai 90 kg
    Aa Ruslan Sutisna

    Aa Ruslan Sutisna

    Artikel Sebelumnya

    Polres Sukabumi Gelar Bazar Pasar Murah...

    Artikel Berikutnya

    Berkat Becak Listrik Gratis dari Prabowo,...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Prabowo dan Menteri Keamanan Tiongkok Bahas Stabilitas Kawasan
    Sony Sonjaya: BGN Dorong Penguatan Industri Peternakan untuk Ketahanan Pangan dan Perbaikan Gizi
    Unhas Makassar Dorong Gizi Anak Lewat Dapur Bergizi Gratis
    Polsek Kalapanunggal Polres Sukabumi Bhabinkamtibmas Desa Palasarigirang Laksanakan Sambang DDS
    Polsek Kalapanunggal Polres Sukabumi Bhabinkamtibmas Desa Walangsari Laksanakan Sambang dan DDS, Sampaikan Himbauan Kamtibmas
    Bhabinkamtibmas Polsek Ciemas Polres Sukabumi Intensifkan Sambang dan Kontrol Satkamling di Desa Mekarjaya
    Polsek Surade Polres Sukabumi Intensifkan Kontrol Satkamling, Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat
    Bhabinkamtibmas Polsek Nyalindung Polres Sukabumi Laksanakan Door To Door System, Tingkatkan Kesadaran Warga dalam Menjaga Kamtibmas
    Polsek Nagrak Polres Sukabumi Laksanakan Patroli Dialogis, Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Kriminalitas
    Polsek Bojonggenteng Polres Sukabumi Laksanakan Patroli Dialogis Antisipasi C3 di Desa Berekah
    Bhabinkamtibmas Polsek Nyalindung Polres Sukabumi Laksanakan Door To Door System, Tingkatkan Kesadaran Warga dalam Menjaga Kamtibmas
    Polsek Nyalindung Polres Sukabumi Intensifkan Sambang Satkamling, Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif
    Bhabinkamtibmas Polsek Kalapanunggal Polres Sukabumi Laksanakan DDS, Warga Diimbau Waspada Bencana dan Jaga Lingkungan
    Polsek Bojonggenteng Polres Sukabumi Laksanakan Patroli Dialogis Antisipasi C3 di Desa Berekah
    UMKM Roti Sukoharjo: Dulu Produksi 1.000, Begitu Ada MBG 2.500 Roti Per Hari
    Polsek Cidahu Polres Sukabumi Gelar Safari Subuh Berjamaah, Wujud Kepedulian Polri Dekat dengan Masyarakat
    Bhabinkamtibmas Polsek Simpenan Sambangi dan Kontrol Satkamling di Kampung Selakopi
    Polsek Kalibunder Polres Sukabumi Hadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-61 Tingkat Kecamatan Kalibunder
    Polsek Cicurug Polres Sukabumi Gelar “Police Goes To School” Di SMPN 1 Cicurug, Tekan Kenakalan Remaja Dan Perilaku Menyimpang
    Bhabinkamtibmas Polsek Cisolok Laksanakan Gatur Lalin Pagi, Ciptakan Arus lalu lintas aman lancar

    Ikuti Kami