Enam Jam Penanganan Intensif, Bocah 12 Tahun Tak Tertolong

    Enam Jam Penanganan Intensif, Bocah 12 Tahun Tak Tertolong

    Sukabumi - Misteri meninggalnya seorang bocah laki-laki berinisial NS (12), warga Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, masih terus bergulir. Pihak medis dari RSUD Jampangkulon membeberkan kondisi terakhir korban sebelum dinyatakan meninggal dunia.

    Dokter spesialis anak RSUD Jampangkulon, dr. Sulaiman Arigayota, menjelaskan bahwa saat korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kondisi yang paling mengkhawatirkan bukanlah luka di tubuhnya, melainkan gangguan sistem pernapasan yang sudah dalam keadaan berat.

    “Begitu pasien datang, prosedur pertama adalah triase untuk menentukan tingkat kegawatdaruratannya. Dari situ langsung terlihat bahwa masalah utama yang harus segera ditangani adalah pernapasannya, ” ujar dr. Sulaiman kepada awak media, Minggu malam (22/6/2026).

    Ia menerangkan, setelah proses triase, pasien langsung mendapatkan pemeriksaan lanjutan oleh dokter IGD, meliputi wawancara medis, pemeriksaan fisik menyeluruh, serta pengecekan tanda-tanda vital.

    Dari keterangan keluarga dan hasil observasi awal, tim medis menemukan sejumlah luka di berbagai bagian tubuh korban.

    “Berdasarkan laporan orang tua dan hasil pemeriksaan, memang terdapat luka di beberapa lokasi, mulai dari wajah, leher, badan, tangan hingga kaki, ” jelasnya.

    Menurut dr. Sulaiman, bentuk luka yang ditemukan cukup beragam. Ada luka lecet, lebam, luka yang telah mengering membentuk keropeng, hingga luka yang tampak seperti melepuh.

    “Sebagian luka terlihat seperti bekas panas atau melepuh, namun secara medis kami belum bisa memastikan apakah itu akibat benda panas, benturan, atau proses penyakit tertentu. Itu perlu pendalaman lebih lanjut, ” katanya.

    Ia merinci, terdapat sekitar empat titik luka yang menyerupai luka bakar, tiga luka yang telah mengering, serta beberapa luka lebam dengan jumlah lebih banyak.
    Meski demikian, ia menegaskan bahwa fokus utama tim medis saat itu adalah menyelamatkan fungsi vital korban.

    “Kami tidak langsung mendalami penyebab luka-luka tersebut karena kondisi pasien menunjukkan gangguan napas yang serius. Napasnya cepat dan tidak efektif, sehingga kami putuskan untuk perawatan intensif di ICU anak atau PICU, ” ungkapnya.

    Di ruang perawatan intensif, kondisi paru-paru korban dinilai tidak berfungsi optimal. Pasien membutuhkan bantuan alat pernapasan karena pola napasnya tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.

    “Pola napasnya tidak adekuat, artinya tidak cukup untuk menopang kebutuhan oksigen. Itu sebabnya kami lakukan tindakan dengan alat bantu napas dan pemberian obat-obatan emergensi, ” jelas dr. Sulaiman.

    Penanganan medis dilakukan selama kurang lebih enam jam, terdiri dari empat jam di IGD dan dua jam di ruang ICU. Namun, kondisi korban terus memburuk meski terapi maksimal telah diberikan.

    “Secara klinis, sesak napas sudah terlihat sejak awal kedatangan. Meskipun semua prosedur kegawatdaruratan sudah kami lakukan sesuai standar, kondisi pasien tetap mengalami penurunan, ” terangnya.

    Terkait beredarnya video yang memperlihatkan kondisi wajah korban, khususnya area hidung yang disebut-sebut berdarah, dr. Sulaiman memberikan klarifikasi.

    “Di bagian hidung bukan luka berdarah aktif. Yang terlihat adalah luka yang sudah mengering dan membentuk krusta atau keropeng, ” tegasnya.

    Hingga kini, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan. Pihak medis menilai diperlukan pemeriksaan forensik lanjutan, termasuk kemungkinan autopsi, untuk mengetahui faktor utama yang menyebabkan korban meninggal dunia.

    “Kami belum bisa menyimpulkan apakah kematian ini murni akibat gangguan pernapasan, trauma, paparan panas, atau ada proses penyakit lain. Semua itu harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih mendalam, ” tutupnya. .

    NA

    enam jam penanganan intensif bocah 12 tahun tak tertolong
    Aa Ruslan Sutisna

    Aa Ruslan Sutisna

    Artikel Sebelumnya

    Scientific Crime Investigation Jadi Landasan...

    Artikel Berikutnya

    Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen HAM Tingkat...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Prancis Gelontorkan Rp1,2 T untuk Stabilkan Ekonomi Akibat Krisis Timur Tengah
    Dr. Naf'an: Hukum Tak Bisa Dipesan!
    Advokat Terjepit Etika, Dr. Muhd Naf’an: Kritik Tajam Penegakan Hukum yang Sarat Kepentingan
    Demi Keselamatan, Kapolres Sukabumi Tertibkan Truk Sumbu 3 dan Mobil Angkutan Bak Terbuka Pasca Lebaran
    Buron Tambang Ilegal Samin Tan Jadi Tersangka Korupsi
    Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Inisiatif Percepatan Pertumbuhan Ekonomi
    Bhabinkamtibmas Polsek Parungkuda Beri Himbauan Kamtibmas di SMK Dwi Darma
    Polsek Kalibunder Polres Sukabumi Intensifkan Patroli Biru Malam Hari, Antisipasi C3 dan Geng Motor
    Polsek Cicurug Polres Sukabumi Gelar “Police Goes To School” Di SMPN 1 Cicurug, Tekan Kenakalan Remaja Dan Perilaku Menyimpang
    Polwan Polres Sukabumi Laksanakan Patroli Mojang Lodaya di Sejumlah Titik Wisata dan Ruas Jalan
    Polsek Surade Polres Sukabumi Gelar Apel Posyan Pantai Minajaya dalam Rangka Ops Ketupat Lodaya 2026
    Polsek Curugkembar Polres Sukabumi Gelar Safari Subuh Berjamaah dan Cooling System
    UMKM Roti Sukoharjo: Dulu Produksi 1.000, Begitu Ada MBG 2.500 Roti Per Hari
    Bhabinkamtibmas Polsek Nyalindung Polres Sukabumi Desa Mekarsari Ajak Warga Dukung Program Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kewaspadaan di Musim Hujan
    Polsek Kalapanunggal Polres Sukabumi Laksanakan Sambang warganya, sampaikan pesan kamtibmas
    Polsek Cidahu Polres Sukabumi Gelar Safari Subuh Berjamaah, Wujud Kepedulian Polri Dekat dengan Masyarakat
    Bhabinkamtibmas Polsek Simpenan Sambangi dan Kontrol Satkamling di Kampung Selakopi
    Polsek Kalibunder Polres Sukabumi Hadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-61 Tingkat Kecamatan Kalibunder
    Polsek Cicurug Polres Sukabumi Gelar “Police Goes To School” Di SMPN 1 Cicurug, Tekan Kenakalan Remaja Dan Perilaku Menyimpang
    Bhabinkamtibmas Polsek Cisolok Laksanakan Gatur Lalin Pagi, Ciptakan Arus lalu lintas aman lancar

    Ikuti Kami