Ibu Kandung Harap Kebenaran Terungkap dalam Kasus Kematian NZ

    Ibu Kandung Harap Kebenaran Terungkap dalam Kasus Kematian NZ
    Ibu Kandung Harap Kebenaran Terungkap dalam Kasus Kematian NZ

    Sukabumi - Duka mendalam atas meninggalnya Nizam berujung langkah hukum. Ibu kandung korban, Lisnawati, resmi melaporkan mantan suaminya, AS, ke Polres Sukabumi atas dugaan penelantaran dan pembiaran terhadap anak.
    Laporan tersebut tercatat dengan nomor STPL/B/106/II/2026/SPKT/Polres Sukabumi/Polda Jawa Barat.

    Kuasa hukum Lisnawati, Krisna Murti dan Mira Widyawati, menegaskan kliennya menempuh jalur hukum karena menduga ada kelalaian serius sebelum anaknya mengembuskan napas terakhir.

    “Klien kami adalah ibu yang kehilangan anak. Ada dugaan pembiaran ketika anak dalam kondisi sakit. Itu yang menjadi dasar laporan terhadap AS, ” ujar kuasa hukum selasa 24/2/2026.

    AS diketahui merupakan ayah kandung almarhum Nizam. Dugaan kelalaian itu diperkuat dengan adanya percakapan pesan singkat tertanggal 17 Februari, dua hari sebelum korban meninggal dunia. Dalam pesan tersebut, AS menyampaikan kondisi Nizam yang disebut tengah sakit di rumah.

    Lisnawati mengaku sempat meminta agar anaknya segera dibawa ke rumah sakit. Namun, respons yang diterima dinilai tidak menunjukkan upaya penyelamatan maksimal. Bahkan terdapat pernyataan yang dianggap bernada pasrah terhadap kemungkinan terburuk.

    Menurut kuasa hukum, tindakan tersebut patut diduga melanggar Pasal 76B juncto Pasal 77B Undang-Undang Perlindungan Anak tentang penelantaran dan pembiaran terhadap anak.

    “Anak dalam kondisi sakit, ada perubahan fisik, bahkan disebut terdapat luka lebam dan luka bakar. Namun penanganan medis baru dilakukan belakangan. Itu yang kami nilai sebagai bentuk kelalaian, ” tegasnya.

    Tak hanya itu, tim kuasa hukum juga mengonfirmasi adanya laporan terpisah terhadap ibu tiri korban dengan dugaan pembunuhan berencana. Dugaan tersebut merujuk pada analisis ahli psikologi forensik, Reza Indragiri, yang menyebut kemungkinan unsur perencanaan dalam kasus kekerasan terhadap anak dapat terjadi.

    “Perlu ditegaskan, laporan terhadap AS terkait penelantaran. Sementara dugaan pembunuhan berencana kami tujukan kepada ibu tirinya. Dua laporan ini berbeda, ” jelasnya.

    Empat Tahun Tanpa Pertemuan
    Lisnawati mengungkapkan sudah empat tahun tidak bertemu dengan anaknya. Komunikasi terakhir terjadi sekitar empat tahun lalu sebelum aksesnya disebut dibatasi oleh pihak ayah.

    “Saya sudah empat tahun tidak bertemu. Terakhir komunikasi pun empat tahun lalu, ” katanya.

    Perempuan yang tinggal di Cianjur Kota itu mengaku sempat mengantar Nizam ke pesantren sebelum akhirnya hubungan terputus. Ia juga membantah tudingan yang menyebut dirinya tak peduli.

    Menurutnya, selama ini ia mengalami trauma berat akibat kekerasan dalam rumah tangga saat masih bersama AS. Ia mengaku kerap mengalami kekerasan fisik bahkan sejak masa kehamilan.

    “Dia temperamental. Saya sering dipukul dan dijambak. Saat hamil pun pernah berkata agar saya meninggal saja bersama anak, ” ungkapnya.

    Trauma itulah yang membuatnya takut mendekat, terlebih ia menilai mantan suaminya memiliki sifat emosional yang sulit diprediksi.

    Bantah Isu Leukemia
    Terkait klaim bahwa Nizam menderita leukemia, Lisnawati mengaku hanya mendengar informasi tersebut dari ibu tiri korban. Namun ia meragukan keterangan itu karena menilai terdapat sejumlah kejanggalan.

    “Saya dengar disebut sakit leukemia, tapi menurut saya ada yang tidak sesuai, ” ujarnya.

    Kuasa hukum berharap aparat penegak hukum bergerak cepat dan transparan dalam mengusut perkara ini. Mereka menyebut kasus tersebut telah menjadi perhatian publik dan mendapat atensi dari Komisi III DPR RI serta KPAI.

    “Harapan kami, proses hukum berjalan objektif dan profesional agar kebenaran terungkap, ” kata kuasa hukum.

    Di tengah proses hukum yang berjalan, Lisnawati hanya menyampaikan doa untuk putranya. “Saya hanya ingin yang terbaik untuk anak saya, ” tuturnya.

    NA

    ibu kandung harap kebenaran terungkap dalam kasus kematian nz
    Aa Ruslan Sutisna

    Aa Ruslan Sutisna

    Artikel Sebelumnya

    Polsek Parungkuda Laksanakan DDS dan Cooling...

    Artikel Berikutnya

    Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen HAM Tingkat...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Prancis Gelontorkan Rp1,2 T untuk Stabilkan Ekonomi Akibat Krisis Timur Tengah
    Dr. Naf'an: Hukum Tak Bisa Dipesan!
    Advokat Terjepit Etika, Dr. Muhd Naf’an: Kritik Tajam Penegakan Hukum yang Sarat Kepentingan
    Demi Keselamatan, Kapolres Sukabumi Tertibkan Truk Sumbu 3 dan Mobil Angkutan Bak Terbuka Pasca Lebaran
    Buron Tambang Ilegal Samin Tan Jadi Tersangka Korupsi
    Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Inisiatif Percepatan Pertumbuhan Ekonomi
    Bhabinkamtibmas Polsek Parungkuda Beri Himbauan Kamtibmas di SMK Dwi Darma
    Polsek Kalibunder Polres Sukabumi Intensifkan Patroli Biru Malam Hari, Antisipasi C3 dan Geng Motor
    Polsek Cicurug Polres Sukabumi Gelar “Police Goes To School” Di SMPN 1 Cicurug, Tekan Kenakalan Remaja Dan Perilaku Menyimpang
    Polwan Polres Sukabumi Laksanakan Patroli Mojang Lodaya di Sejumlah Titik Wisata dan Ruas Jalan
    Polsek Surade Polres Sukabumi Gelar Apel Posyan Pantai Minajaya dalam Rangka Ops Ketupat Lodaya 2026
    Polsek Curugkembar Polres Sukabumi Gelar Safari Subuh Berjamaah dan Cooling System
    UMKM Roti Sukoharjo: Dulu Produksi 1.000, Begitu Ada MBG 2.500 Roti Per Hari
    Bhabinkamtibmas Polsek Nyalindung Polres Sukabumi Desa Mekarsari Ajak Warga Dukung Program Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kewaspadaan di Musim Hujan
    Polsek Kalapanunggal Polres Sukabumi Laksanakan Sambang warganya, sampaikan pesan kamtibmas
    Polsek Cidahu Polres Sukabumi Gelar Safari Subuh Berjamaah, Wujud Kepedulian Polri Dekat dengan Masyarakat
    Bhabinkamtibmas Polsek Simpenan Sambangi dan Kontrol Satkamling di Kampung Selakopi
    Polsek Kalibunder Polres Sukabumi Hadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-61 Tingkat Kecamatan Kalibunder
    Polsek Cicurug Polres Sukabumi Gelar “Police Goes To School” Di SMPN 1 Cicurug, Tekan Kenakalan Remaja Dan Perilaku Menyimpang
    Bhabinkamtibmas Polsek Cisolok Laksanakan Gatur Lalin Pagi, Ciptakan Arus lalu lintas aman lancar

    Ikuti Kami