Kasus Kekerasan Anak di Kecamatan Jampangkulon, Polisi Tetapkan Ibu Tiri Sebagai Tersangka

    Kasus Kekerasan Anak di Kecamatan Jampangkulon, Polisi Tetapkan Ibu Tiri Sebagai Tersangka
    Kasus Kekerasan Anak di Kecamatan Jampangkulon, Polisi Tetapkan Ibu Tiri Sebagai Tersangka
    Sukabumi - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang menimpa N.S. (13), warga Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kini masih ditangani intensif oleh jajaran Polres Sukabumi. Korban, yang merupakan anak kandung A.S., dilaporkan mengalami penganiayaan oleh ibu tirinya, T.R., hingga mengakibatkan luka serius dan meninggal dunia di RSUD Jampangkulon. Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Sukabumi, Iptu Ilham Sapta Permadi, S.H., menyampaikan perkembangan terbaru kasus ini. Menurut Iptu Ilham, penyidik Satreskrim Unit PPA telah melakukan berbagai langkah hukum dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, baik keluarga, tenaga medis, maupun teman korban. “Penyidik telah menerima laporan polisi, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta membawa korban untuk mendapatkan perawatan medis. Visum et repertum telah dilakukan, dan otopsi jenazah korban juga sudah dilaksanakan untuk memastikan penyebab kematian, ” jelas Iptu Ilham, Senin (24/2/2026). Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit dan hasil pemeriksaan sementara, korban didapati mengalami luka lecet, luka bakar, lebam, dan bekas tusukan kecil di beberapa bagian tubuh. Luka-luka tersebut, menurut dokter RSUD, diduga akibat trauma tumpul dan trauma panas. Beberapa luka tampak di wajah, lengan, tangan, paha, dan kaki korban, menunjukkan pola kekerasan yang berulang. Kronologi kejadian bermula saat korban berada di pondok pesantren sejak 2025. Pada 3 Februari 2026, korban pulang ke rumah karena libur dan beberapa hari kemudian mengalami sakit demam, batuk, pilek, dan mual. Orang tua korban membawanya ke Puskesmas Jampangkulon, di mana korban sempat membaik. Namun, beberapa hari kemudian keluhan yang sama muncul kembali. Pada 18 Februari 2026, saat A.S. bekerja di kota, korban tinggal bersama T.R. Pada malam itu, korban dibawa ke tukang pijit oleh T.R., yang kemudian memvideokan korban saat dipijat. Video tersebut dikirim kepada A.S. dan menjadi viral setelah saksi I.S. memvideokan korban menanggapi pertanyaan mengenai penyebab luka-lukanya, yang dijawab korban bahwa ia dipaksa minum air panas oleh ibunya. Keesokan harinya, korban mengalami luka lebih parah dan dibawa ke RSUD Jampangkulon. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menemukan adanya tanda kekerasan, termasuk luka bakar dan lebam. Korban kemudian dipindahkan ke ruang HCU namun meninggal dunia pada hari yang sama. Sejauh ini, T.R. telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 23 Februari 2026. Pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 18 saksi, termasuk teman korban dan tetangga, serta mengirim organ tubuh korban untuk pemeriksaan patologi anatomi dan toksikologi di laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti. “Langkah-langkah ini kami lakukan untuk memastikan proses hukum berjalan Scientific Investigation dan Collaborative Investigation. Kami juga akan melakukan pemeriksaan ahli pidana serta psikologi forensik terhadap tersangka sambil menunggu hasil laboratorium, ” tegas Iptu Ilham. Kapolres menambahkan, koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga terus dilakukan untuk mempercepat pemberkasan dan proses penyidikan. “Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar pengawasan terhadap anak, terutama dalam lingkungan keluarga dan pondok pesantren, lebih diperhatikan sehingga kejadian serupa tidak terulang, ” kata Iptu Ilham. Polres Sukabumi mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar, khususnya di media sosial, terkait penanganan kasus tersebut. Masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi serta tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Penyebaran informasi yang tidak akurat dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu proses penyidikan yang sedang berjalan. Polres Sukabumi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pemuda, untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Sukabumi. Polres Sukabumi menegaskan akan terus bekerja secara profesional, independen, dan berbasis pembuktian ilmiah hingga perkara ini terungkap secara tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    polres sukabumi polda jabar
    Sukabumi

    Sukabumi

    Artikel Sebelumnya

    Kapolres Sukabumi Tinjau Lokasi Pergeseran...

    Artikel Berikutnya

    Polsek Cikidang Polres Sukabumi Laksanakan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Cartenz Ungkap Jaringan Pasok Senpi Ilegal ke KKB Papua
    Prancis Gelontorkan Rp1,2 T untuk Stabilkan Ekonomi Akibat Krisis Timur Tengah
    Dr. Naf'an: Hukum Tak Bisa Dipesan!
    Advokat Terjepit Etika, Dr. Muhd Naf’an: Kritik Tajam Penegakan Hukum yang Sarat Kepentingan
    Demi Keselamatan, Kapolres Sukabumi Tertibkan Truk Sumbu 3 dan Mobil Angkutan Bak Terbuka Pasca Lebaran
    Polwan Polres Sukabumi Laksanakan Patroli Mojang Lodaya di Sejumlah Titik Wisata dan Ruas Jalan
    Polsek Kalibunder Polres Sukabumi Intensifkan Patroli Biru Malam Hari, Antisipasi C3 dan Geng Motor
    Polsek Kalibunder Polres Sukabumi Siagakan Personel di Puncak Darma, Antisipasi Lonjakan Wisatawan Geopark Ciletuh
    Usai Rayakan Lebaran di Aceh Tamiang, Prabowo Sapa Warga di Istana Negara
    Bhabinkamtibmas Desa Ciwaru Polsek Ciemas Polres Sukabumi Laksanakan Kontrol Satkamling untuk Wujudkan Kamtibmas Kondusif
    UMKM Roti Sukoharjo: Dulu Produksi 1.000, Begitu Ada MBG 2.500 Roti Per Hari
    Polsek Curugkembar Polres Sukabumi Gelar Safari Subuh Berjamaah dan Cooling System
    Polsek Kalapanunggal Polres Sukabumi Laksanakan Sambang warganya, sampaikan pesan kamtibmas
    Polsek Surade Polres Sukabumi Gelar Apel Posyan Pantai Minajaya dalam Rangka Ops Ketupat Lodaya 2026
    Bhabinkamtibmas Polsek Nyalindung Polres Sukabumi Desa Mekarsari Ajak Warga Dukung Program Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kewaspadaan di Musim Hujan
    Polsek Cidahu Polres Sukabumi Gelar Safari Subuh Berjamaah, Wujud Kepedulian Polri Dekat dengan Masyarakat
    Bhabinkamtibmas Polsek Simpenan Sambangi dan Kontrol Satkamling di Kampung Selakopi
    Polsek Kalibunder Polres Sukabumi Hadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-61 Tingkat Kecamatan Kalibunder
    Polsek Cicurug Polres Sukabumi Gelar “Police Goes To School” Di SMPN 1 Cicurug, Tekan Kenakalan Remaja Dan Perilaku Menyimpang
    Bhabinkamtibmas Polsek Cisolok Laksanakan Gatur Lalin Pagi, Ciptakan Arus lalu lintas aman lancar

    Ikuti Kami