Presiden Republik Indonesia, Prabowo, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kinerja Satuan Tugas Penyelamatan Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjaga kekayaan negara. Selama satu setengah tahun terakhir, Satgas PKH berhasil mengamankan aset-aset negara yang jika dinilai mencapai angka fantastis Rp371 triliun. Angka ini, sungguh mengejutkan, hampir menyamai 10 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini yang mencapai Rp3.842 triliun.
“Satgas ini berhasil melakukan penguasaan kembali aset negara, kawasan hutan, yang bila dinilai, nilai tersebut adalah sekitar Rp370 triliun. Padahal, seluruh APBN kita adalah Rp3.700 triliun kurang lebih. Berarti yang dilakukan oleh Satgas PKH dalam 1, 5 tahun ini menyelamatkan hampir 10 persen dari APBN, ” kata Prabowo dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/4).
Presiden Prabowo mengungkapkan betapa besarnya potensi dampak positif dari penyelamatan dana sebesar itu. Ia membayangkan, dengan nilai Rp371 triliun tersebut, seluruh sekolah di Indonesia dapat direvitalisasi secara menyeluruh, menjadi lebih modern, dilengkapi dengan teknologi digital terkini, serta memiliki fasilitas sanitasi yang memadai. Tak hanya itu, ribuan jembatan dapat dibangun di berbagai penjuru negeri, membuka akses dan menghubungkan masyarakat.
“Kita bisa perkirakan semua sekolah seluruh Indonesia kita perbaiki, kita bikin modern, kita lengkapi dengan digitalisasi dengan layar-layar digital yang cerdas. Kita perbaiki semua MCK di semua sekolah kita, ” ujar Prabowo, matanya berbinar membayangkan masa depan pendidikan yang lebih baik.
“Kita bisa bangun ribuan jembatan-jembatan di desa-desa. Kita bisa bayangkan perubahan nasib rakyat kita dengan penyelamatan uang dan aset yang Saudara-saudara telah hasilkan, ” tambahnya, menyiratkan harapan besar bagi kesejahteraan rakyat.
Presiden Prabowo mengakui bahwa tugas Satgas PKH bukanlah hal yang mudah. Mereka berjuang di garis depan untuk melindungi kekayaan alam dan negara. Ia memandang para anggota Satgas sebagai individu-individu yang memegang teguh rasa tanggung jawab.
“Karena itu, saya menghargai pekerjaan Saudara-saudara. Saudara-saudara tergolong orang yang masih punya rasa tanggung jawab yang sangat besar kepada negara bangsa dan rakyat kita, ” tegas beliau, penuh keyakinan.
Pada momen yang sama, Jumat (10/4), Kejaksaan Agung secara resmi menyerahkan hasil penindakan berupa pengenaan denda administratif dan pemulihan kerugian akibat aktivitas ilegal di dalam kawasan hutan senilai Rp11, 42 triliun. Penyerahan ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo. Dana tersebut merupakan akumulasi dari periode Januari hingga April 2026, yang berasal dari berbagai sumber seperti denda administratif, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari penanganan tindak pidana korupsi, setoran pajak, dan PNBP denda lingkungan hidup.
Secara keseluruhan, sepanjang periode Oktober 2025 hingga April 2026, Satgas PKH telah berhasil menyetorkan Rp31, 3 triliun kepada kas negara. Angka ini diperoleh dari penegakan administratif terhadap berbagai aktivitas ilegal yang terjadi di dalam kawasan hutan. Jika dihitung sejak Februari 2025, total aset negara yang berhasil diselamatkan oleh Satgas PKH mencapai Rp371 triliun. Tak hanya itu, Satgas PKH juga berhasil menguasai kembali kawasan hutan seluas 5, 89 juta hektare dari praktik perkebunan ilegal, serta 10.257 hektare dari pertambangan ilegal.

Aa Ruslan Sutisna